PENGUKURAN
DAN ANTROPOMETRIK
Berbagai
putaka tentang faktor manusia, teknik industri, ergonomik biasanya penuh dengan
informasi kuantitatif. Para ahli yang
berkecimpung dalam dunia ini sangat
menyukai berbagai macam pengukuran, yang hasilnya penting untuk diketahui dan
sangat bermanfaat apa bilah diterapkan secara benar.
Antropometrik
berasal dari kata anthro yang berarti manusia dan pometry yang berarti
pengukuran. Secara umum, antropometrik
diartikan sebagai budang ilmu
yang berhubungan dengan pengukuran untuk
memahami variasi fisik tubuh manusia: Tinggi badan dan jangkauan tangan ,
yang dapat digunakan untuk pengelompokan secara antropologis ( http://
ergonomics.about.com/od/glosay/g/anthropometry.html). Dalam ini kita harus
berhati-hati dengan penggunaan angka yang di digunakan sebagai dasar
perancangan. Sebagai contoh , pengukuran untuk laki-laki yang tergabung dalam angkatan bersenjata tidak dapat diterapkan
untuk ukuran bagi laki-laki secara umum. Isi-isu mengenai jangkauan,
kenyamanan pengelihatan, dan tinggi meja menjadi hal yang sangat penting untuk
diperhatikan. Barang kali anda sering melihat posisi duduk mereka atau sudah benarkah
posisi telepak tangannya ketiga mereka sedang mmelakukan pengetikanmenggunakan
papan ketik. Sebagi contoh, Gambar 10.1
menunjukan sudut telepak tangan yang tidak benar (Gambar 10.1.a) dan
sudut telepak tangan yang benar (Gambar
10.1.b).
Banyak
hal yang dapat kita ambil dari
penjelasan yang akan disajikan dalam bab ini. Tujuan utama dari penjelasanntersebut adalah untuk
memahami bahwa perancangan antar muka penggunaan harus menghasilkan
suatu keseimbangan antara teori yang diperoleh dari sejumlah acuan dan yang
pada giliranya akan menaikan efsiensi
kerja.
ASPEK
ERGONOMIK DARI STASIUN KERJA
Stasiun
kerja yang dimaksud dalam judul subbab
diatas adalah sistem komputer yang digunakan oleh seorang pengguna komputer,
termasuk mebeler yang ia gunakan. Bagi
pengguna yang bekerja pada suatu stasiun
kerja, keluhan-keluhan seperti: “Ah .... otot leher saya rasanya kaku dan pegal
semua,” atau “ Mengapa mata saya menjadi kabur,
apakah saya terlalu lamah didepan layar komputer,” atau Achhh ...
punggung saya terasa kaku,” atau keluhan lain seperti ,“ Mengapa kaki saya
menjadi kaku semua, “ dan berbagai keluhan sejenis sering kali terlontar tanpa
sengaja setelah menghadap layar
komputer untuk waktu yang cukup lama.
Keluhan-keluhan diatas banyak terdengar
dari banyak orang yang bekerja didepan layar komputer (atau VDT: Video display terminal), dan telah
dilaporkan oleh sejumlah peneliti dalam bidang ini. Untuk mengurangi berbagai
keluhan diatas , pengguna memerlukan istirahat yang cukup disamping faktor stasiun kerja yang juga perlu diperhatikan.
Berbagai
pengamatan telah dilakukan para ahli untuk mengetahui berbagai efek
negatif yang dialami oleh operator
komputer . Haider dari Austria (Burns, 1995), melalui pengamatan simulatif ,
menunjukan bahwa semakin lama orang bekerja didepan layar komputer, maka ia
akan mendapatkan miopi yang semakin besar. Laubli dari Switzerland (Burn, 1995 menunjukan
adanya berbagai keluhan pada mata, seperti iritasi, dan ketegangan mata yang
makin hari makin bertamabah. Ia juga menunjukkan adanya perbedaan keluhan karena gangguan
pengelihatan sesui dengan perbedaan aras tampilan yang sering dilakukan oleh
ahli lain, misalnya Burns (1995), juga menunjukan adanya berbagai keluahan
seperti ketegangan punggung, ketengan otot siku, dan ketegangan otot pundak
yang mempunyai polah berbeda untuk aktifitas yang berbeda. Dari berbagai
pengamatan yang dilakukan oleh sejumlah ahli disimpulkan bahwa persoalan tentang kilauan (glare) dan/atau kontras (contarst) lebih berpengaruh dibandikan
dengan keluhan yang disebabkan karena aras iluminas. Gambar 10.2 Menunjukan
parameter-parameter yang berpengaruh pada kenyamanan bekerja yang menggunakan
stasiun kerja (http://ergo.human.corrnel.edu/DF.A6510/dea6512k/ergo12tips.html).
Dalam tersebut tidak secara khusus ditunjukan faktor pencahayaan yang juga akan
mempengaruhi kenyamanan kerja.
1. Tumpuan
punggung dan pinggang
2. Garis
visual antara mata dan bagian atas layar tampilan
3. Kalau
cahaya kelayar karena sumber cahaya lain
4. Jarak
antara badan dan layar tampilan
5. Tumpuan
kaki
6. Memegang
dokuman
7. Posisi
telepek tangan dan lengan
8. Posisi
tangan dan siku
9. Titik
pusat layar tampilan dan papan ketik didepan Anada
10. Posisi
keybord bersudut negatif
11. Meja
kerja yang stabil
12. Istirahat
secara priodik
Gambar
10.2 Ilustrasi Stasiun kerja atau komputer meja
Ahli
lain, yakni Sauter, et al... (1991), berdasarkan analisis fotografik,
melaporkan bahwa dua faktor yang sangat mempengaruhi untuk kerja operator stasiun kerja adalah sudut
melihat dan papan ketik , sudut melihat berhubungan erat dengan beban pada
leher, punggung dan bahu; papan ketik yang tidak bisa dipindakan behubungan
erat dengan tekanan pada lengan dan tangan.
Dari
hasil penelitiannya, Dainoff (1983), mengatakan bahwa rancangan stasiun kerja
yang sesuai dapat menempatkan papan ketik dan tempat duduk pada ketinggian yang
tepat. Ia berkesimpulan bahwa kondisi rancangan stasiun kerja baik dapat
meningkatkan unjuk kerja operator.
Penjelasan
diatas terutama berlaku untuk stasiun kerja. Pada kenyataannya, saat ini
stasiun kerja sudah banyak digantikan oleh komputer pangku (laptop atau notebook). Pertanyaannya adalah faktyor apa saja yang perlu
diperhatikan dalam penggunaan komputer pangku yang ergonomis. Satu hal yang
pasti adalah bahwa komputer jinjing ketinggalan dalam hal sifat
keergonomisannya dibanding komputer meja atau stasiun kerja.
Untuk
meningkatkan sifat ergonomis komputer jinjing, sejumlah peneliti deberbagai universitas,
misalnya Cornell University (www.gannett.
Cornell.edu/heathAdvice/laptopErgo.html),
misalnya Macworld (www.macworld.com/article/48215/2005/12/janmobilemac.html),
menyerkan agar pada penggunaan komputer jinjing meniru cara-cara penggunaan
komputer meja atau stasiun kerja. Saran tarsebut antara lain adalah ( Gambar 10.3):
1. Tinggikan
layar tampilan sehingga Anda dapat melihat layar tampilan dengan nyaman tanpa
harus menunduk.
2. Gunakan
papan ketik dan tetikus yang terpisah.
3. Perhatikan
postur duduk Anda.
Untuk
menjawab keluhan-keluhan yang sering muncul karena tidak atau kurang diikutinya
saran-saran penggunaan komputer meja atau komputer jinjing, perlu dilakukan
pengamatan atas berbagai aspek yang memengaruhi kenyamanan kerja. Tetapi,
terlebih dahuluh perlu dipahami empat sapek dasar yang berhubungan dengan
ergonomik yang berhubungan dengan fungsi penggunaan stasiun kerja, yaitu:
1. Aspek
pertama berhubungan dengan lingkungan kerja, antara lain: tempat stasiun kerja
diletakan, tempat stasiun kerja dimanfaatkan, dan kondisi lingkungan kerja.
2. Aspek
kedua berhubungan dengan durasi kerja, antara lain: lama penggunaan stasiun
kerja tersebut digunakan, misalnya empat jam sehari, sepuluh jam sehari.
3. Aspek
ketiga berfokus pada tipe pekerjaan, antara lain kebutuhan gerak monitorik dan persepsiuntuk
menyelesaiakan suatu pekerjaan.
4. Aspek
keempat terkait antara lain dengan beban pisikologi yang dihapi pekerja selama
ia mengerjakan pekerjaannya, misalnya pekerjaan yang menyenangkan atau
membosankan, tantangan yang diberikan oleh pekerjaan tersebut, dan arti khusus
dari suatu pekerjaan kepada para pekerja.
Aspek-
aspek diatas merupakan basis evalusi empat aspek isu kesehatan yang berhungan
dengan pekerjaan yang dilakukan menggunakan bantuan stasiun kerja. Aspek-aspek
itu meliputi beban visual, beban otot, beban postur tubuh dan beban tekanan
mental:
1. Beban
visual antara lain berupa irutasi mata, pandangan yang menghibur, dan
kadang-kadang disertai munculnya rasa penting pada kepala.
2. Beban
otot muncul dalam bentuk kelelahan otot, ketegangan otot, dan rasa sakit pada
beberapa bagian persendian, seperti siku, jari tangan, leher.
3. Beban
postur tubuh berhubungan erat dengan berbagai otot yang digunakan tubuh untuk
mempertahankan posisi tegak selamaseseorang duduk dikursi, seperti otot
punggung dan pinggang, lutut, dan tumit.
4. Beban
tekanan emosi dapat muncul dalam bentuk rasa cemas, tertekan atau depresi, reaksi-reaksi
seperti rasa bosan, dan tidak puas.
Kita dapat melihat
berbagai modifikasi yang diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan
berbagi keluhan diatas berdasarkan empat tipe pekerjaan yang banyak dilakukan
dengan bantuan stasiun kerja: pemasukan data, akuisis data, interaktif, dan
pengolahan kata.