Kamis, 03 November 2016

PENGUKURAN DAN ANTROPOMETRIK



PENGUKURAN DAN ANTROPOMETRIK


     Berbagai putaka tentang faktor manusia, teknik industri, ergonomik biasanya penuh dengan informasi kuantitatif.  Para ahli yang berkecimpung  dalam dunia ini sangat menyukai berbagai macam pengukuran, yang hasilnya penting untuk diketahui dan sangat bermanfaat apa bilah diterapkan secara benar.

     Antropometrik berasal dari kata anthro  yang berarti manusia dan pometry  yang berartipengukuran. Secara umum, antropometrik  diartikan sebagai  budang ilmu yang berhubungan dengan pengukuran untuk  memahami variasi fisik tubuh manusia: Tinggi badan dan jangkauan tangan , yang  dapat digunakan untuk  pengelompokan secara antropologis ( http:// ergonomics.about.com/od/glosay/g/anthropometry.html). Dalam ini kita harus berhati-hati dengan penggunaan angka yang di digunakan sebagai dasar perancangan. Sebagai contoh , pengukuran untuk laki-laki yang tergabung  dalam angkatan  bersenjata tidak dapat  diterapkan  untuk ukuran bagi laki-laki secara umum. Isi-isu mengenai jangkauan, kenyamanan pengelihatan, dan tinggi meja menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Barang kali anda sering melihat posisi duduk mereka atau sudah benarkah posisi telepak tangannya ketiga mereka sedang mmelakukan pengetikanmenggunakan papan ketik. Sebagi contoh, Gambar 10.1  menunjukan sudut telepak tangan yang tidak benar (Gambar 10.1.a) dan sudut telepak tangan  yang benar (Gambar 10.1.b).

Banyak hal yang dapat kita ambil  dari penjelasan yang akan disajikan dalam bab ini. Tujuan utama dari penjelasanntersebut  adalah untuk  memahami bahwa perancangan antar muka penggunaan harus menghasilkan suatu keseimbangan antara teori yang diperoleh dari sejumlah acuan dan yang pada giliranya akan menaikan efsiensi  kerja.



ASPEK ERGONOMIK DARI STASIUN KERJA 


       Stasiun kerja yang dimaksud  dalam judul subbab diatas adalah sistem komputer yang digunakan oleh seorang pengguna komputer, termasuk mebeler yang ia  gunakan. Bagi pengguna yang  bekerja pada suatu stasiun kerja, keluhan-keluhan seperti: “Ah .... otot leher saya rasanya kaku dan pegal semua,” atau “ Mengapa mata saya menjadi kabur,  apakah saya terlalu lamah didepan layar komputer,” atau Achhh ... punggung saya terasa kaku,” atau keluhan lain seperti ,“ Mengapa kaki saya menjadi kaku semua, “ dan berbagai keluhan sejenis sering kali terlontar tanpa sengaja  setelah menghadap layar komputer  untuk waktu yang cukup lama. Keluhan-keluhan diatas banyak terdengar  dari banyak orang yang bekerja didepan layar komputer (atau VDT: Video display terminal), dan telah dilaporkan oleh sejumlah peneliti dalam bidang ini. Untuk mengurangi berbagai keluhan diatas , pengguna memerlukan istirahat yang cukup disamping faktor  stasiun kerja yang juga  perlu diperhatikan.

Berbagai pengamatan telah dilakukan para ahli untuk mengetahui berbagai efek negatif  yang dialami oleh operator komputer . Haider dari Austria (Burns, 1995), melalui pengamatan simulatif , menunjukan bahwa semakin lama orang bekerja didepan layar komputer, maka ia akan mendapatkan miopi yang semakin besar. Laubli dari Switzerland (Burn, 1995 menunjukan adanya berbagai keluhan pada mata, seperti iritasi, dan ketegangan mata yang makin hari makin bertamabah. Ia juga menunjukkan adanya  perbedaan keluhan karena gangguan pengelihatan sesui dengan perbedaan aras tampilan yang sering dilakukan oleh ahli lain, misalnya Burns (1995), juga menunjukan adanya berbagai keluahan seperti ketegangan punggung, ketengan otot siku, dan ketegangan otot  pundak  yang mempunyai polah berbeda untuk aktifitas yang berbeda. Dari berbagai pengamatan yang dilakukan oleh sejumlah ahli disimpulkan  bahwa persoalan tentang kilauan (glare) dan/atau kontras (contarst) lebih berpengaruh dibandikan dengan keluhan yang disebabkan karena aras iluminas. Gambar 10.2 Menunjukan parameter-parameter yang berpengaruh pada kenyamanan bekerja yang menggunakan stasiun kerja (http://ergo.human.corrnel.edu/DF.A6510/dea6512k/ergo12tips.html). Dalam tersebut tidak secara khusus ditunjukan faktor pencahayaan yang juga akan mempengaruhi kenyamanan kerja.

1.      Tumpuan punggung dan pinggang

2.      Garis visual antara mata dan bagian atas layar tampilan

3.      Kalau cahaya kelayar karena sumber cahaya lain

4.      Jarak antara badan dan layar tampilan

5.      Tumpuan kaki

6.      Memegang dokuman

7.      Posisi telepek tangan dan lengan

8.      Posisi tangan dan siku

9.      Titik pusat layar tampilan dan papan ketik didepan Anada

10.  Posisi keybord bersudut negatif

11.  Meja kerja yang stabil

12.  Istirahat secara priodik

Gambar 10.2 Ilustrasi Stasiun kerja atau komputer meja

Ahli lain, yakni Sauter, et al... (1991), berdasarkan analisis fotografik, melaporkan bahwa dua faktor yang sangat mempengaruhi untuk  kerja operator stasiun kerja adalah sudut melihat dan papan ketik , sudut melihat berhubungan erat dengan beban pada leher, punggung dan bahu; papan ketik yang tidak bisa dipindakan behubungan erat dengan tekanan pada lengan dan tangan.

Dari hasil penelitiannya, Dainoff (1983), mengatakan bahwa rancangan stasiun kerja yang sesuai dapat menempatkan papan ketik dan tempat duduk pada ketinggian yang tepat. Ia berkesimpulan bahwa kondisi rancangan stasiun kerja baik dapat meningkatkan unjuk kerja operator.

Penjelasan diatas terutama berlaku untuk stasiun kerja. Pada kenyataannya, saat ini stasiun kerja sudah banyak digantikan oleh komputer pangku (laptop atau notebook). Pertanyaannya adalah faktyor apa saja yang perlu diperhatikan dalam penggunaan komputer pangku yang ergonomis. Satu hal yang pasti adalah bahwa komputer jinjing ketinggalan dalam hal sifat keergonomisannya dibanding komputer meja atau stasiun kerja.

Untuk meningkatkan sifat ergonomis komputer jinjing, sejumlah peneliti deberbagai universitas, misalnya Cornell University (www.gannett. Cornell.edu/heathAdvice/laptopErgo.html),  misalnya Macworld (www.macworld.com/article/48215/2005/12/janmobilemac.html), menyerkan agar pada penggunaan komputer jinjing meniru cara-cara penggunaan komputer meja atau stasiun kerja. Saran tarsebut antara lain adalah  ( Gambar 10.3):

1.      Tinggikan layar tampilan sehingga Anda dapat melihat layar tampilan dengan nyaman tanpa harus menunduk.

2.      Gunakan papan ketik dan tetikus yang terpisah.

3.      Perhatikan postur duduk Anda.

Untuk menjawab keluhan-keluhan yang sering muncul karena tidak atau kurang diikutinya saran-saran penggunaan komputer meja atau komputer jinjing, perlu dilakukan pengamatan atas berbagai aspek yang memengaruhi kenyamanan kerja. Tetapi, terlebih dahuluh perlu dipahami empat sapek dasar yang berhubungan dengan ergonomik yang berhubungan dengan fungsi penggunaan stasiun kerja, yaitu:

1.      Aspek pertama berhubungan dengan lingkungan kerja, antara lain: tempat stasiun kerja diletakan, tempat stasiun kerja dimanfaatkan, dan kondisi lingkungan kerja.

2.      Aspek kedua berhubungan dengan durasi kerja, antara lain: lama penggunaan stasiun kerja tersebut digunakan, misalnya empat jam sehari, sepuluh jam sehari.

3.      Aspek ketiga berfokus pada tipe pekerjaan, antara lain  kebutuhan gerak monitorik dan persepsiuntuk menyelesaiakan suatu pekerjaan.

4.      Aspek keempat terkait antara lain dengan beban pisikologi yang dihapi pekerja selama ia mengerjakan pekerjaannya, misalnya pekerjaan yang menyenangkan atau membosankan, tantangan yang diberikan oleh pekerjaan tersebut, dan arti khusus dari suatu pekerjaan kepada para pekerja.

Aspek- aspek diatas merupakan basis evalusi empat aspek isu kesehatan yang berhungan dengan pekerjaan yang dilakukan menggunakan bantuan stasiun kerja. Aspek-aspek itu meliputi beban visual, beban otot, beban postur tubuh dan beban tekanan mental:

1.      Beban visual antara lain berupa irutasi mata, pandangan yang menghibur, dan kadang-kadang disertai munculnya rasa penting pada kepala.

2.      Beban otot muncul dalam bentuk kelelahan otot, ketegangan otot, dan rasa sakit pada beberapa bagian persendian, seperti siku, jari tangan, leher.

3.      Beban postur tubuh berhubungan erat dengan berbagai otot yang digunakan tubuh untuk mempertahankan posisi tegak selamaseseorang duduk dikursi, seperti otot punggung dan pinggang, lutut, dan tumit.

4.      Beban tekanan emosi dapat muncul dalam bentuk rasa cemas, tertekan atau depresi, reaksi-reaksi seperti rasa bosan, dan tidak puas.

Kita dapat melihat berbagai modifikasi yang diperlukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagi keluhan diatas berdasarkan empat tipe pekerjaan yang banyak dilakukan dengan bantuan stasiun kerja: pemasukan data, akuisis data, interaktif, dan pengolahan kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar